MANUSIA
DAN PENDERITAAN
Penderitaan berasal dari kata derita,
derita berasal dari bahasa sansekerta, dhra yang berarti menahan atau
menanggung. Sedangkan menurut kamus besar Bahasa indonesia derita artinya
menanggung (merasakan) sesuatu yang tidak menyenangkan. Dengan demikian merupakan
lawan kata dari kesenangan ataupun kegembiraan (Drs, Supartono W,2004;102).
Kehidupan manusia tidak akan datar pasti
bergelombang maksudnya pasti ada yang menyenagkan dan menyusahkan. Pederitaan
juga memiliki hubungan yang sangat erat dengan manusia, rasa sakit, siksaan
menuntut manusia untuk bangkit nenjadi lebih baik namun ada yang tidak kuat
sehingga terjadi kekalutan mental. Dalam hal ini dapat diambil tindakan yang
positif yaitu dengan bersikap kuat dan berani menghadapi masalah. Sedangkan tindakan
negatif akan bersifat trauma dan sulit untuk bangkit. Maka dari itu kesehatan
rohani manusia harus dijaga agar terhindar dari kekalutan mental yang akan
mengganggu psikis kita.
Penderitaan, memang
tak hanya terjadi lantaran perang ataupun tingkah manusia agresif lainnya.
Banyak hal yang sebenarnya yang bisa menjadi penderitaan manusia, bencana alam,
musibah atau kecelakaan, penindasan, perbudakan, kemiskinan dan lain
sebagainya. Selain itu penderitaan boleh juga dibilang sebagai fenomena yang
universal. Penderitaan tidak mengenal ruang dan waktu. Ini berarti bahwa
penderitaan tidak hanya dialami oleh manusia di zaman ini, dimana kebutuhan dan
tuntutan hidup semakin meningkat yang pada instansi berikut bisa menimbullkan
penderitaan bagi yang tidak mampu memenuhinya. Akan tetapi penderitaan, konon
telah dikenal sejak kelahiran manusia pertama.
Penderitaan adalah
sebuah kata yang sangat dijauhi dan paling tidak disenangi oleh siapapun.
Berbicara tentang penderitaan ternyata penderitaan tersebut berasal dari dalam
dan luar diri manusia. Biasanya orang menyebut dengan factor internal dan
faktor eksternal.
Contoh kasus dari “Manusia dan Penderitaan”
Ketakutan merupakan
salah satu penderitaan dan ketakutan yang dibesar-besarkan menimbulkan phobia.Saya memiliki phobia terhadap ketinggian,
ketakutan ini sudah saya rasakan sejak kecil. Sejujurnya saya merasa
agak terganggu dengan rasa ketakutan saya yang berlebihan ini, saya akan merasa
amat takut jika melewati jembatan gantung yang tinggi misalnya, setelah
melewatinya saya akan merasakan pusing dan tentunya selama perjalanan menyeberanginya
saya tidak berani untuk menengok ke bawah.
Hal yang lebih memalukannya lagi saat saya jalan-jalan ke Dufan
(Dunia Fantasi) Jakarta bersama teman-teman saya. Seperti halnya yang kalian
ketahui bahwa wahana di Dufan rata-rata memiliki tingkat ketinggian yang sangat
memacu adrenalin, saya tidak berani menaiki wahana apapun di sana. Saya hanya
menemani teman dan mejaga tas mereka saja di bawah akibat phobia saya ini.
Pengalaman penderitaan saya yang lainnya adalah takut
mengutarakan perasaan sebenarnya terhadap lawan jenis. Ini sangat mengganggu
saya karna banyak faktor yang membuat saya untuk berfikir ulang untuk
mengungkapkannya. Seperti takut ditolak, takut si lawan jenis pergi menjauh,
takut si lawan jenis berpikir sesuatu yang tidak-tidak, sampai saya merasa
paranoid untuk melakukannya.
Sampai akhirnya saya memberanikan diri untuk mengungkapkannya
kepada teman wanita saya dulu saat saya duduk dikelas 3 smp sekitar tahun 2012.
Banyak persiapan yang saya lakukan sebelum saya mengutarakan perasaan saya
sebenarnya. Seperti berbicara sendiri didepan kaca, meminta pendapat kepada
sahabat saya, sampai mencari tau di internet.
Selama 3 bulan saya melakukan persiapan tersebut dan akhirnya
saya memiliki pacar pertama. Ada kepuasan tersendiri terhadap diri sendiri
karena telah mengalahkan ketakutan yang telah menghantui saya. Merasa bangga,
merasa dunia sudah tidak ada artinya selain mengalahkan ketakutan tersebut. Dan
perasaan mengganggu itu tersebut hilang.
SUMBER : http://sobatbaru.blogspot.co.id/2008/05/pengertian-penderitaan.html
http://artikel.sabda.org/mengapa_ada_penderitaan
Pengalaman Sendiri
SUMBER : http://sobatbaru.blogspot.co.id/2008/05/pengertian-penderitaan.html
http://artikel.sabda.org/mengapa_ada_penderitaan
Pengalaman Sendiri
Nama : Choresi
Julius
Kelas : 1EA30
NPM : 11216591
Tidak ada komentar:
Posting Komentar